Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025

Lipat-Lipat Klub

Gambar
Baru aja rampung ngelipat baju-baju yang rasanya gak ada abisnya. Padahal manusia di rumah ini cuma berempat itupun dua orangnya masih bayi balita, tapi rasanya kayak manusia seRW aku lipetin semua bajunya. Kemeng kebasss alhamdulillah! Takbeer..  Awalnya begitu. Tapi, entah sejak kapan keterbiasaan itu mulai muncul. Rutinitas ngelipet pakaian malam hari jadi terasa normal dan cukup enjoyable ( enjoy ceunahh). Mungkin ini yang dinamakan keterbiasaan ba’da keterpaksaan ahahaha. Ada satu hal yang aku sukain dari rutinitas lipat-lipat klub ini, refleksi diri. Seriuss refleksi! Ternyata ketenangan itu bukan hanya dari ibadah, tapi juga bisa datang dari kegiatan rutin IRT sesederhana lipet baju.  Tempo hari, aku sempet lihat postingan tentang betapa beruntungnya orang-orang yang masih punya anak kecil di rumahnya. Capek banget memang, menguras tenaga, dan rumah nggak kenal kata ‘rapi beneran’. Masa kita punya anak yang sedang dibesarkan, manusia cenderung fokus dan tahu jel...

Faqih kakak Daris

Gambar
2 bulan 15 hari tepat terlewati sejak melahirkan anak kedua. Daris nama yang disematkan mas Indra karena teringat teman lamanya asal Aceh yang saat ini entah di mana.   Terlewati sudah masa-masa 2 minggu pertama menjadi orang tua 2 anak. Tempo hari, kami berdua sempat nangis bareng saat dua anak kami tertidur lelap. Bukan karena lelah atau cekcok pasutri. Tapi, karena kami terenyuh dengan penerimaan anak pertama kami yang ternyata lebih siap menerima kehadiran adiknya, jauh lebih siap daripada kami berdua.  Selalu antusias dan siap membantu apapun yang bisa dia lakukan untuk meringankan beban kedua orang tuanya saat kerepotan, menemani adiknya kapanpun dan bahkan sempat beberapa kali enggan diajak jalan sore bersama Bapaknya dan memilih di rumah saja. Aneh, betapa anak umur 3 tahun 2 bulan bisa berubah sebegitu drastis menjadi sangat ngemong dan blend well quick shifting into a new condition . Sedangkan untuk kami yang hampir usia kepala 3 perubahan itu terasa sulit....

Note 0.1

Bangun jam 00.12. Biasanya pasti yang pertama pengen dibuka ya hape. Tapi, karena sedang mulai lagi menerapkan jangan buka hape kecuali butuh dokumentasi, balesin WA, atau nulis. Alhasil memutuskan baca catetan lama jaman kuliah. Ternyata dari dulu se-nggak rutin- itu ya aku nulis diary selalu bolong-bolong dan nggak discontinue. Menariknya, sebanyak hal yang terlewati, sedetail itu tertulis tapi ketika aku bacapun, aku gabisa inget pernah melalui momen itu. Yang aku inget hanya pelajaran, hikmah dan pengembangan pribadi diri yang ngebentuk aku saat ini. Sesederhana itu.